HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar
~ ADVERTISEMENT ~

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar Menurut Islam

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar Menurut Islam

Sumbar, KabaRakyat.web.id - Dunia Islam kembali diingatkan akan keagungan malam Lailatul Qadar. Malam istimewa ini lebih baik dari seribu bulan. Penuh rahmat dan keberkahan, malam ini jadi momen yang dirindukan umat Muslim. Sobat KabaRakyat, ini adalah kesempatan langka.

Malam Lailatul Qadar terjadi di antara sepuluh malam terakhir Ramadan. Pintu langit terbuka, malaikat turun membawa kedamaian. Doa-doa dikabulkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di malam penuh kemuliaan ini. Sobat KabaRakyat, betapa istimewanya suasana tersebut.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengajak umatnya mencari malam ini. Beliau biasa beriktikaf di Masjid Nabawi setiap Ramadan. Dalam sujud dan doa, beliau menanti Lailatul Qadar. Sobat KabaRakyat, keteladanan ini patut kita ikuti.

Di malam itu, Madinah diselimuti kesunyian yang damai. Cahaya bintang bersinar terang di langit yang jernih. Ada keajaiban yang tak terucapkan dalam suasana tersebut. Sobat KabaRakyat, hati para sahabat pun tergetar.

Rasulullah menyarankan memperbanyak doa di malam-malam ini. Salah satunya adalah “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”. Artinya memohon ampunan dari Allah Yang Maha Pengampun. Sobat KabaRakyat, doa ini begitu sederhana namun mendalam.

Abu Hurairah, seorang sahabat, larut dalam ibadah malam itu. Air mata mengalir saat ia bersimpuh di masjid. Ia teringat sabda Rasulullah tentang pengampunan dosa. Sobat KabaRakyat, iman membawanya pada kedamaian.

Di rumah sederhana, Aisyah Radiallahu Anha juga tak menyia-nyiakan waktu. Ia berdoa panjang, berharap malam itu adalah Lailatul Qadar. Rasulullah pernah berpesan agar ia tak melewatkan momen ini. Sobat KabaRakyat, ketulusannya sungguh menginspirasi.

Angin sepoi-sepoi berhembus di malam yang tenang itu. Tak ada suara bising, hanya kedamaian yang terasa. Kaum Muslimin merasakan getaran iman dalam hati mereka. Sobat KabaRakyat, suasana itu sulit dilukiskan dengan kata.

Di dalam Masjid Nabawi, Rasulullah terus bersujud khusyuk. Tak ada yang tahu pasti malam itu Lailatul Qadar. Namun, para sahabat tetap beribadah dengan penuh harapan. Sobat KabaRakyat, keyakinan mereka begitu kuat.

Langit tetap cerah, tanpa petir atau angin kencang. Alam seolah ikut hening menyambut keagungan malam. Rasulullah dan sahabat tenggelam dalam kekhusyukan yang luar biasa. Sobat KabaRakyat, ini adalah malam penuh rahmat.

Tiba-tiba, suasana langit berubah tanpa tanda nyata. Ribuan malaikat turun membawa keberkahan dari Allah. Di antara mereka ada Jibril Alaihissalam yang mulia. Sobat KabaRakyat, malam itu jadi saksi ketetapan takdir.

Malam Lailatul Qadar adalah saat takdir dituliskan. Siapa yang diberi rezeki atau dicabut nyawanya ditentukan. Doa-doa hamba yang ikhlas didengar dan dicatat malaikat. Sobat KabaRakyat, betapa agungnya momen ini.

Rumah-rumah kaum Muslimin dipenuhi ibadah malam itu. Malaikat mendatangi mereka yang bersujud dan berdoa. Setiap permohonan ampunan didengarkan dengan penuh kasih. Sobat KabaRakyat, malam ini adalah malam pengampunan.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tahu keistimewaan malam itu. Beliau memohon ampunan untuk umatnya dengan air mata. Hatinya penuh kasih kepada mereka yang beriman. Sobat KabaRakyat, doa beliau begitu menyentuh.

Al-Quran menyebut Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Setiap detiknya lebih berharga daripada ribuan hari biasa. Rasulullah mengajak umatnya memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Sobat KabaRakyat, ibadah jadi kunci utama.

Aisyah pernah bertanya apa yang harus diucapkan di malam ini. Rasulullah menjawab dengan doa memohon ampunan. Para sahabat pun bersemangat melantunkan doa tersebut. Sobat KabaRakyat, semangat mereka patut ditiru.

Ketika fajar tiba, keberkahan malam itu masih terasa. Malaikat kembali naik membawa catatan amal manusia. Mereka menyaksikan hamba Allah yang merindukan rahmat-Nya. Sobat KabaRakyat, malam itu meninggalkan jejak mendalam.

Kisah Lailatul Qadar bukan sekadar cerita masa lalu. Ia jadi pengingat untuk kita semua hari ini. Kesempatan mendekat kepada Allah selalu ada di malam istimewa ini. Sobat KabaRakyat, mari kita sambut dengan ibadah terbaik.

Posting Komentar